Article Tools
Email this article (Login required)
Email the author (Login required)
About The Authors

Endang Suryaning Ali
Universitas Brawijaya
Indonesia

Department of Psychology

Yunita Kurniawati
Universitas Brawijaya
Indonesia

Department of Psychology

Ratri Nurwanti
Universitas Brawijaya
Indonesia

Department of Psychology

Information for Reviewer
User
Journal Content

Browse
Visitor Statistics
 

Mediapsi Visitor Statistics

Notifications

Peran Impostor Syndrome dalam Menjelaskan Kecemasan Akademis pada Mahasiswa Baru

Endang Suryaning Ali, Yunita Kurniawati, Ratri Nurwanti
  Mediapsi, Vol 1, No 1 (2015),  1-9  

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran impostor syndrome dalam menjelaskan kecemasan akademis pada mahasiswa baru. Subyek penelitian (N = 160) diperoleh melalui random sampling terhadap mahasiswa baru psikologi. Data diperoleh melalui  Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) yang terdiri dari 20 aitem dan State Trait Anxiety Inventory (STAI) yang terdiri dari 20 aitem untuk State Anxiety dan 20 aitem untuk Trait anxiety yang telah diadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan  63 (39.35%) subyek tergolong impostor dan 37 (23.15%) subyek mengalami kecemasan akademis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai R square sebesar 0.175 jadi sumbangan efektif impostor syndrome terhadap kecemasan akademis pada mahasiswa baru sebesar 17.5 % Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh nilai F sebesar 33.582 dengan signifikansi sebesar p=0.0001 (p<0.05) yang berarti terdapat pengaruh positif antara impostor syndrome dengan kecemasan akademis.


Keywords


impostor syndrome; kecemasan akademis; mahasiswa baru

Full Text:

PDF

References


Chae, J.H., Piedmont, R.L., Estadt, B.K., & Wicks, R.J. (1995). Personological evaluation of Clance’s impostor phenomenon scale in a Korean sample. Journal of Personality Assessment. 6 (3), 468-485. doi: 10.1207/s1532775jpa6503_7

Clance, P.R., & Imes, S. (1978). The impostor phenomenon in high achieving women dynamics and therapeutic intervention. Psychotherapy Theory, Research and Practice, 15 (3), 1-8. Diunduh dari : http://www.paulineroseclance.com/pdf/ip_high_achieving_women.pdf

Clance, P.R., & O’Toole, M.A. (1988). The impostor phenomenon: an internal barrier to empowerment and achievement. Women and Therapy, 6 (3), 51-64. Diunduh dari http://paulineroseclance.com/pdf/ip_internal_barrier_to_empwrmnt_and_achv.pdf

Clark, M., Vardeman, K., & Barba, S. (2014). Perceived inadequacy: a study of the impostor phenomenon among college and research librarians. College and Research Libraries, 75 (3), 255-271. doi: 10.5860/crl12-423.

Lallo, D.A., Kandou, L.F.J, & Munayang, H. (2013). Hubungan kecemasan dan hasil UAS-1 mahasiswa baru fakultas kedokteran universitas Sam Ratulangi Manado tahun ajaran 2012/2013. E-Journal: Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Diunduh dari : http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/viewFile/3283/2827

Langford, J., & Clance, P.R. (1993). The impostor phenomenon: recenr research findings regarding dynamics, personality and family patterns and their implications for treatment. Psychotherapy, 30 (3), 496-501). Diunduh dari . http://www.paulineroseclance.com/pdf/-Langford.pdf

Mutmainna. (2014). Keyakinan diri dengan kecemasan dalam menghadapi pertandingan pada atlit beladiri Tae kwon do. Jurnal Online Psikologi, 2 (2), 239 – 255. Di unduh dari : http://ejournal.umm.ac.id

Ottens, A.J. (1991). Copping with Academic Anxiety. New York: The Rosen Publingsing Group.

Oriel, K., Plane, M.B., & Mundt,M. (2004). Family medicine resident and the impostor phenomenon. The Department of Family Medicine, University of Wisconsin, 36 (4), 248-252. Diunduh dari : https://www.stfm.org/fmhub/fm2004/April/Kathy248.pdf

Sakulku, J., & Alexander, J. (2011). The impostor phenomenon. International Journal of Behavioral, 6 (1), 73-92. Diunduh dari:.http://bsris.swu.ac.th/journal/i6/6-6_Jaruwan_73-92.pdf.

Vitasari, P., Wahab, M.N.A., Othman,A., Herawan, T., Sinnadurai, S.K. (2010). The relationship between study anxiety and academic performance among enginerring students. Procedia Social and Behavioral Science, 8, 490-497. Diunduh dari : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042810021725

Wulandari, A.D., & Tjundjing, S. (2007). Impostor phenomenon, self-esteem, dan self-efficacy. Anima, Indonesian Psychological Journal, 23 (1), 63-73. Diunduh dari: http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_928094616273.pdf

Zorn, D. (2005, August). Academic culture feeds the impostor phenomenon. Leaders : The Newsletter for Academic Deans and Departement Chairs, 21 (8). Diunduh dari : http://www.yorku.ca/zorn/files/AcademicLeader.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps.2015.001.01.1

Copyright (c) 2015 MEDIAPSI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.