Article Tools
Email this article (Login required)
Email the author (Login required)
About The Authors

Nur Hasmalawati
Department of Psychological Science Universitas Muhammadiyah Malang
Indonesia

Nida Hasanati
Department of Psychological Science Universitas Muhammadiyah Malang
Indonesia

Information for Reviewer
User
Journal Content

Browse
Visitor Statistics
 

Mediapsi Visitor Statistics

Notifications

Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Nur Hasmalawati, Nida Hasanati
  Mediapsi, Vol 3, No 2 (2017),  1-9  

Abstract


This study aims to determine the effect of Quality of Work Life (QWL) and work motivation on employee performance. Subjects in this study were 50 TB-HIV Cadres, consisting of 36 women and 14 men whose ages ranged from 18 to 63 years old. This study applied multiple linear regression in analyzing data obtained from Likert-scale questionnaires. The results show that the QWL is significantly influential on performance, with R Square 0.313 and p-value 0.000, meaning that the QWL affects performance with 31% contribution. Meanwhile, the rest was influenced by other variables. However, work motivation seems to have no effect on performance (p>0.05). The practical implication of this study would be the more the manager is taking care of their employee’s QWL, the higher the performance of their employee will be. This subsequently may result in more productive employee in improving services to the society.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja atau Quality of Work Life (QWL) dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah Kader TB-HIV yang berjumlah 50 orang, terdiri dari 36 orang perempuan dan 14 orang laki-laki dengan rentang usia antara 18-63 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear ganda untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner-kuesioner berbentuk skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai R Square sebesar 0.313 dan nilai p sebesar 0.000 yang bermakna bahwa kualitas kehidupan kerja sebagai variabel bebas mempengaruhi variabel terikat yaitu kinerja sebesar 31%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Sementara itu, motivasi kerja tidak memiliki efek terhadap kinerja (p>0,05). Implikasi praktis dari penelitian ini adalah semakin tinggi kehidupan kerja karyawan, maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Hal ini selanjutnya dapat membuat karyawan lebih produktif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Keywords


kinerja; kualitas kehidupan kerja; motivasi kerja

Full Text:

PDF

References


Alzeira, E. R. (2010). Hubungan komponen kualitas kehidupan kerja (quality of work life) dengan motivasi kerja pegawai RS Tugu Ibu. Skripsi. Universitas Indonesia: Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Anditasari, D. (2011). Analisis faktor-faktor Quality of Work Life (QWL) sebagai pendukung peningkatan kinerja karyawan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Arifin, N. (2012). Analisis kualitas kehidupan kerja, kinerja, dan kepuasan kerja pada CV. Duta Senenan Jepara. Journal Economia, 8(1), 11-21.

Borman, W. C., & Brush, D. H. (1993). More progress toward a taxonomy of managerial performance requirements. Human Performance, 6(1), 1-21.

Brahmasari, I. A., & Agus, S. (2008). Pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan serta dampaknya pada kinerja perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 10(2).

Damayanti, R. (2005). Pengaruh motivasi kerja karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Bening Natural Furniture di Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang: Fakultas Ilmu Sosial.

Dhermawan, A. A. N. B., Sudibya, I. G. A., & Utama, I. W. M. (2012). ha Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan, 6(2).

Fitriadi, B. Y. (2012). Analisis pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan PT. Bank Muamalat Indonesia Jember. Skripsi. Universitas Jember: Fakultas Ekonomi.

Handoko, T. H. (2001). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE Press.

Husnawati, A. (2006). Analisis pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan dengan komitmen dan kepuasan kerja sebagai intervening variable: Studi pada Perum Pegadaian Kanwil VI Semarang. Tesis. Universitas Diponegoro: Program Studi Magister Manajemen.

Indrarini. (2009). Pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja dosen akademi swasta di Kota Semarang. Tesis. Universitas Negeri Semarang: Program Studi Manajemen Pendidikan.

Kusuma, A. A. (2013). Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan Hotel Muria Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang: Fakultas Ekonomi.

Lubis, K. A. (2008). Pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Tesis. Universitas Sumatera Utara.

Mahardikawanto. (2013). Pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja, dan kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang: Fakultas Ekonomi.

Mangkunegara, A. P. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan Cetakan Keenam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

May, B. E., Lau, R. S. M., & Johnson, S. K. (1999). A longitudinal study of quality of work life and business performance. South Dakota Business Review, 58(2), 1-7.

Mochtar, H. (2012). Hubungan komponen quality of work life dengan kinerja bidan. Tesis. Universitas Indonesia: Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Nawawi, H. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetetif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nawawi, H. (2006). Evaluasi dan Manajemen Kinerja di Lingkungan Perusahaan dan Industri. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Prawirosentono, S. (1999). Kebijakan Kinerja Karyawan Kiat Membangun Organisasi Kompetitif Menjelang Perdagangan Bebas Dunia Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Samtica, S. (2011). Hubungan komponen kualitas kehidupan kerja atau quality of work life dengan motivasi kerja perawat pelaksana di RS Haji Jakarta. Skripsi. Universitas Indonesia: Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Simamora, H. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN.

Singarimbun, M., & Effendi, S. (1995). Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.

Soedarnoto, L. F. N. (2004). Peningkatan Usaha dalam Kualitas Kehidupan Kerja. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Atma Jaya.

Sojka, L. (2014). Specification of the Quality of Work Life characteristics in the Slovak economic environment. Sociologia, 46(3), 283-299.

Sopiah. (2008). Perilaku Organisasional. Yogyakarta: Andi Offset.

Zin, R. M. (2004). Perception of professional engineers toward quality of work life and organizational commitment. Gadjah Mada International Journal of Business, 6(3), 32-33.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps.2017.003.02.1

Copyright (c) 2017 MEDIAPSI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.